19 Mei 2013

Mengenang G30S/PKI





Halo hai sayaa kembali. Setelah sekiaaaan lama raib dan tak kembali. Mungkin kalian bisa tampar saya atas kesalahan fatal saya ini. Tampar Tampar! *kesurupan. Maaf maaf saya raib juga ada alasannya kok. Simpel. Saya latihan menghadapi  Ujian Nasional. Ini kewajiban saya, jadi lebih diutamakan ._.v Oh iya, di sini saya sudah punya bahan untuk sekedar di post. Oh iya post kali ini sedikit berbeda ya. Soalnya di sini selain acara yang saya buat untuk cerita juga merupakan pengetahuan loh. 

Jadi saya mau mengisahkan perjalanan saya bersama 4 hijabers di sisi lain Madiun yang ternyata menyimpan banyak sejarah. Tahu kan, kejinya G30S/PKI yang dipelopori oleh anggota komunis, yang dengan prinsipnya melawan pancasila dan UUD 1945 benar-benar sangat menentang nilai-nilai kemanusiaan? Nah di Madiun itu ternyat ajuga mencatat kelamnya sejarah di tahun 1948 itu. Tepatnya di Kresek, Kabupaten Madiun. Yang beberapa waktu terakhir masuk di (Bukan) 4 Mata? Iya itu. Bener itu.

Namanya Monumen Kresek. Monumen yang secara khusus dibangun untuk mengenang sadisnya komunis untuk mencoba mematikan kemanusiaan dan hidup dalam bayang-bayang kekejaman. Monumen ini yang menjadi warisan leluhur untuk diwariskan pada kita selaku generasi penerus. Melalui monumen ini seolah mereka berpesan betapa komunis sangat tidak cocok dengan iklim budaya kita yang benar-benar memegang ketuhanan dan kemanusiaan. Mereka berpesan pada generasi muda selaku penggerak Indonesia di masa Mendatang untuk tetap menjadikan pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara  tertinggi.

Oke balik ke cerita. Jadi setelah paginya kita ribut dan berdebat panjang, akhirnya siangnya kita fix untuk berangkat. Entah berapa orangnya, selama itu masih lebih dari 1 orang kita berangkat. Jarang-jarang ya cewek-cewek bisa buat janji dalam waktu sesingkat itu. Mengingat cewek itu super ribet, adaa aja alasan untuk menolak, mengelak, dan meronta (?) Jadi dengan berpegang teguh pada satu tujuan kita akhirnya berangkat. Yey!

Jadi perlu banget saya ceritakan, suasana di sana itu miriiip banget sama daerah puncak. Jadi waktuperjalanan ke sana, nggak heran kalau kita bakalan menggigil sampe gigi buka tutup gitu, keder (oke ini fantasi). Sejuuk banget istilahnya. Takjub banget melihat lukisan alam yang udah terpampang di depan mata. Yap saking takjubnya kadang saya hilang kendali dan tak terkontrol -__-

Melihat kebesaran Tuhan yang maha dahsyat banget, mendadak saya merasa kecil, saya merasa kotor, hina (ilustrasi: Sujud di bawah hujan yang berpetir-petir) *okeabaikan. Saya baru nyadar bahwa di kota tempat saya berpijak masih ada keagungan Tuhan yang terkadang luput dari pandangan. Dan beruntungnya lagi, objek wisata di daerah kabupaten ini bener-bener dijaga kebersihan dan keasriannya.  Jadinya serasa di ibukota yey!

Dari pertama kita masuk, agak nusuk sih, soalnya ada semacam patung di mana ribuan (faktanya Cuma beberapa) mayat tergeletak lemah berselimut darah.Katanya temenku pernah dikasih tahu waktu SD kalau patung ini berasal dari mayat beneran. Ahh entah harus percaya atau tidak. Who knows, kan?

 Ini daftar korban yang tewas yang bakalan kita jumpai di dekat pintu masuk. Banyak ya, dan ini mereka bener-bener patut diacungi jempol karena keberaniannya mempertahankan keutuhan negara.

Ampun ini editannya lebay banget. Tapi ini bener-bener gini kali kalau diilustrasikan. Serem banget, dan itu mayat mayat yang bener-bener tragis berjatuhan di kala itu

Dan tidak beruntungnya dari pertama kita masuk urat kenarsisan udah tumbuh sebelum berkembang (red -__-) Jadinya sekali kita jalan, jepretan demi jepretan sudah terabadikan. Ini penyakit banyak wanita. Kebanyakan fotonya dibanding menikmati sejuknya pegunungan. Huffet

Resti - Aku - Alfi. Emm jadi inget trio macan #eh


 
Segenap kru yang bertugas rombongan 

Ini tujuannya kan pengen ngikutin tri idiot, tapi karena waktu saya ngajakin "eh foto ala tri idiot yuuks"/ "Ah ogah ah, lu aja yang idiot" (respon yang terlampau gaduh) / "Ya udah deh kita ganti Tri Ideal. Gimana?" / "Oke ayuk deh" / -_-
dan tadaaa, akhirnya kita balik ke konsep awal. Jadinya gini sih, absurd gilaa

nah kalau yang ini (pengennya) jadi orang yang sok cool parah, tapi sekali lagi jadinya emm, semacam model 80an mungkin

Takjub dan takkuasa benar-benar mengiringi. Di mana kita bisa melihat patung perjuangan para pahlawan yang itu bener-bener heroik. Sudah mengabaikan keselatan sendiri demi abdi negara. Ada juga patung seorang tawanan yang udah tertunduk lemah, siap di ... ah syudahlah ndak tega bilangnya -,-v Ada juga patung anak-anak yang nggak tahu ceritanya lagi ngapain, kalau aku nangkep sih itu lagi teriak-teriak pengen tetep sekolah (kesimpulan sesaat)

Dan di ketinggian yang setinggi-tingginya kita bisa lihat semacam relief yang seolah menceritakan bengisnya PKI ‘mematikan pancasila’ Di mana banyak tawanan, yang ditangkap, disiksa, di bunuh, didzolimi. Waaa tega banget lah pokoknya. Di sana juga terdapat semacam prasasti yang ada tulisannya, dan ini benar-benar mengharukan.


 nah di belakang itu ada semacam sungai. eh atau cuma genangan ya --a. Nah kalau lihat pemandangan di belakang, parno saya semacam kumat. Jadiinget lubang buaya di mana banyak manusia dibuang ke sana. Yaa, walaupun yang satu sumur, yang satu genangan -__-


Berlatar bebatuaan rapuh

 Resti - Alfi - Aku - Nadia

 Resti - Alfi - Dessy - Nadia


 Dan ini adalah tulisan yang sangat mengharukan yang sudah saya ceritakan tadi. Nah dari secarik tembok ini mengandung makna dibangunnya monumen yang berada di Kabupaten Madiun ini. Seolah ini mewakili pesan semua leluhur terhadap pemuda harapan bangsa.

 Entah kenapa, pengen aja pose supermodel ginih

 Ayey, lihat belakang lihat belakang. kalau begini aura kedewasaan udah mulai kumat. Dengan suasana pegunungan yang dingin dingin empuk yang semi semi berkabut kita serasa jadi emba emba kuliahan yang bener-bener dewasa (?)

 Dan ini segelitir pemandangan yang ngasal saya ambil. habisnya seru gitu ada pemondokan, eh pos kampling, eh gazebo mungkin dengan senja di belakangnya


 Dan ini beberapa relief yang menceritakan bengisnya PKI benar-benar mematikan pancasila. Dan ini benar-benar mewakili kondisiyang benar- benar terjadi di masa silam

Dan ini juga menggambarkan.

 Penerus bangsa yang entah ini ekspresi absurd macam apa. Lihat dehh awan di belakang yang gelap banget. Dan secara nggaklangsung itu ngusir kita untuk ceper cepet pulang.

 Itu lihat wajahku yang sok bersahabat, bakar! bakar! bakar!

 Ini patung. Menurutku sih ini anak anak yang nuntut haknya untuk tetep bersekolah. (analisa sesaat) Keliatan juga kan kita sedang di puncak.





Aku gak bohoong kan (?)

 
Lihat kan betapa ajaibnya pemandangan yang baru saya sadari keindahannya. Selama ini saya rabun mengabaikan keindahan alam yang ternyata benar-benar ada di alam kelahiran saya. Ehem demi kekusyukan, abaikan gaya saya itu ya. Sebenarnya saya juga menyesal
Nah setelah kita lihat-lihat cukuplama. ehem tepatnya fotonya yang lama, kita udahan dan bersiap pulang. dan Tahu kan penyakitnya cewek. Dasar kitanya yang emang fotogenic atau emang kitanya yang emang alay plus narsis kamera menghentikan langkah kami. Ditambah dengan kacamata keramatnya si Dessy yang ternyata kesimpen di jok motor semakin bikin kita penasaran, gimana sih rasanya foto pake kacamata item. Dan ini hasilnya

 Innalillah, ini kayak abege abege SMP yang labil banget. Padahal udah nggak muda lagi woy,

 Emm, ini lumayan

 Dan ini nggak banget, ini serasa kesurupan om om tukan pijet yang merasa keren, dan pelis ini gagal total. udah abaikan abaikan -__-
Mungkin kalo di dubbing bunyinya "Selamat pagi, Saya siap melayani anda, jauh dekat tarif biasa."

Dan ini anggep aja power puff girl yang lagi puyeng, lupa diri. Gayanya absurd dan patut dipertanggung jawabkan. Entah yang ini alihbahasakan sendiri menurut versi masing-masing. Karena ini menimbulkan banyak penafsiran -__-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

donor komentar <( ‾▿‾)>